Erasci The Musical

March 4, 2016

 

Menyusul kesuksesan pementasan A Whole New World 2.0, Someday Project telah sukses melaksanakan pementasan Erasci The Musical pada tanggal 19 dan 20 Februari di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Pementasan yang merupakan hasil karya dari SEP Theatre, salah satu teater yang dibawahi oleh Someday Project ini berhasil memikat perhatian ribuan penonton dengan sajian drama musikal yang mengadopsi gaya teater broadway dan juga teater tradisional dengan mengusung genre carricatural fantasy.

 

 

 

Tidak jauh beda dari Teater Delima dan Kuaterfilas yang menampilkan karya tulus A Whole New World 2.0 sebagai bentuk dari rasa cinta terhadap budaya teater musical di Indonesia, SEP Theatre pun mempersembahkan Erasci The Musical sebagai bentuk dari rasa cinta mereka terhadap budaya teater. Persiapan Erasci The Musical sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar, dengan proses penggarapan yang berlangsung selama nyaris setahun.

 

Erasci The Musical dibuka dengan penampilan para penari gala yang diiringi dengan Original Soundtrack Cosmos Gala. Cosmos Gala sendiri merupakan salah satu soundtrack yang telah dibawakan oleh SEP Theatre pada pre-event Tone In The Basket IV. Menyusul Cosmos Gala, dibawakan pula ‘tribals’ duel dan Leaders’ duel’. Leaders duel merupakan lagu yang menggambarkan keadaan di antara para pemimpin, Ziva dan Biel, yang memutuskan untuk berduel untuk menentukan siapa pemenang dari antara kedua belah pihak. Menyusul Cosmos Gala, Tribal’ duel dan Leaders’ duel, dibawakan pula Original Soundtracks lain seperti Tak Terelakkan, When We’re Alive, My Time for The Good Part, Kami Beri Pesan, Cosmos Collapse, Last Lament, dan Dadu dan Catur sebagai lagu penutup dari Erasci The Musical.

 

 

 

Pementasan Erasci The Musical sendiri menceritakan tentang perang jutaan tahun antara bangsa iblis dan malaikat. Beelzebub, sang pangeran pemimpin para iblis menantang Ziva, pemimpin para malaikat untuk berduel. Namun pada akhirnya Ziva kalah. Dengan kalahnya Ziva, maka tidak ada lagi yang bisa mengendalikan para penari gala dan tarian gala-nya, yang merupakan tarian yang menjaga keseimbangan alam semesta. Dengan ini, bisa dipastikan bahwa kiamat akan segera datang. Beelzebub yang mengetahui hal ini pun akhirnya berusaha mencari cara untuk membatalkan terjadinya kiamat.

 

Kesuksesan acara ini tidak luput dari dukungan Bank BCA, Pabrik Suara, EVERCOSS, LaSelle College selaku sponsor dan GADIS, Provoke!, Speak magazine, Binus tv, Radio Universitas Tarumanegara, Radio RTC UI FM, Kabarkampus.com, Info Pensi, Acara Jakarta, Warta Kota, Tribunnews.com, Stage Photography Indonesia selaku media partner.

 

 

Please reload

Recent Posts

September 16, 2017

March 6, 2017

December 15, 2016

Please reload

“A Place where Sincere Art is Continuously Created."

  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon
  • Black Facebook Icon
  • Black Spotify Icon