A Whole New World 2.0

February 8, 2016

 

Someday Project telah sukses melaksanakan pementasan A Whole New World 2.0 pada tanggal 6 Februari di GRJS Bulungan, Jakarta Selatan. Pementasan yang merupakan sebuah proyek kolaborasi antara Teater Delima dan Kuaterfilas dibawah asuhan Someday Project ini berhasil memikat perhatian ratusan penonton dengan sajian drama musikal dengan unsur-unsur yang membekas. Diawali oleh kesuksesan trailer-nya pada Tone In The Basket IV pada 24 Oktober 2015 silam, A Whole New World 2.0 kembali menghias panggung teater musikal dan kini ditampilkan secara lengkap.

 

Teater Delima dan Kuaterfilas berhasil menampilkan karya tulus mereka,  A Whole New World 2.0, sebagai bentuk dari rasa cinta terhadap budaya teater musical di Indonesia. Pementasan yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan ini membuktikan bahwa Teater Delima dan Kuaterfilas telah siap untuk terjun ke dunia teater musical.  A Whole New World 2.0 sendiri sebenarnya merupakan bentuk remake dari pementasan awalnya, A Whole New World, yang dipentaskan pada tahun 2012.

 

Puluhan pemain dan segenap crew yang terlibat dalam pementasan A Whole New World 2.0 telah mulai mempersiapkan pementasan dari hari sebelumnya  demi kesuksesan pementasan. Divisi Artistik, sudah mulai menyiapkan segala desain panggung, merias wajah serta mempersiapkan semua kostum khas negeri Agrabah. Divisi musik memulai setting alat yang dibantu oleh Tim Pabrik Suara. Divisi produksi lain juga melakukan berbagai pekerjaan sesuai tugasnya masing-masing.

 

 

 

A Whole New World 2.0 dibuka dengan penampilan Tim Penari Istana yang diiringi dengan Original Soundtrack The Agrabah. The Agrabah sendiri merupakan salah satu soundtrack yang dibawakan oleh Teater delima dan Kuaterfilas pada pre-event Tone In The Basket IV. Menyusul The Agrabah, dibawakan pula lagu A Whole New World dan kemudian diikuti oleh lagu I’ll Be Here, yang mana keduanya juga telah ditampilkan pada Tone In The Basket IV. Selain The Agrabah, A Whole New World, dan I’ll be here, dibawakan pula original soundtracks lengkap dari A Whole New World 2.0, seperti  A Dream Is A Wish, Steady As A Beating Drum, The Djinnies Show, Part Of Your World, Reflection, Writing Happiness, Pearl Dance, dan Prince Ali sebagai lagu terakhir sebelum akhirnya semua pemain menutup pementasan dengan kembali menyanyikan number utama, A Whole New World.

 

Pementasan A Whole New World 2.0 sendiri menceritakan tentang kisah cinta Aladdin, seorang penari istana yang jatuh cinta pada Jasmine, seorang putri kebanggaan istana Agrabah dan anak dari seorang sultan yang agung. Walaupun berbeda kasta dan hubungan mereka dihalangi oleh semua hal, baik Aladdin maupun Jasmine, keduanya tidak putus asa memperjuangkan cinta mereka. Dibalik penampilan para pemain yang memukau, A Whole New World 2.0 menyampaikan pesan bahwa harapan selalu datang bagi siapa yang percaya dengan cara yang tidak pernah kita duga.

 

Kesuksesan acara ini tidak luput dari dukungan Bank BCA, Pabrik Suara, EVERCOSS, LaSelle College selaku sponsor dan GADIS, Provoke!, Speak magazine, Binus tv, Radio Universitas Tarumanegara, Radio RTC UI FM, Kabarkampus.com, Info Pensi, Acara Jakarta, Warta Kota, Tribunnews.com, Stage Photography Indonesia selaku media partner.

Tags:

Please reload

Recent Posts

September 16, 2017

March 6, 2017

December 15, 2016

Please reload

“A Place where Sincere Art is Continuously Created."

  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon
  • Black Facebook Icon
  • Black Spotify Icon